PORI Gelar Kampanye Tanamkan Pola Hidup Sehat Cegah Kanker Paru

Penyebab kematian utama di seluruh dunia adalah penyakit kanker paru tercatat 1,2 juta (16,8%) angka kejadian baru dan lebih dari 1 juta (30%) kematian yang disebabkan oleh kanker paru (Globocan 2012). Di Indonesia Kanker paru menduduki peringkat pertama dalam angka kejadian dan kematian. Setiap tahunnya muncul 25 ribu angka kanker paru baru, dan pertahun lebih dari 25 ribu orang meninggal akibat kanker paru (WHO – Cancer Country Profiles, 2014)

Perayaan bulan kepedulian kanker paru turut dimeriahkan oleh Indro Warkop dan Tina Toon, acara itu diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI) yang bekerjasama dengan Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN), Departemen Radioterapi RSCM, PDPI, RSUP Persahabatan, Cancer Information and Support Center (CISC), YKI DKI, yayasan dunia kasih harapan “HOPE”, RSPP, RS Mochtar Riady, PT Astra Zenecca dan PT. Parna Raya dan yayasan Mariana..


Perusahaan petrokimia terancam mati jika harga gas masih tinggi

Harga gas untuk industri di Tanah Air saat ini mencapai sekitar USD 12 per MMbtu (Million Metric British Thermal Unit). Harga ini jauh lebih mahal dibanding negara ASEAN lainnya seperti Singapura. Padahal, Indonesia selama ini merupakan negara eksportir gas.

Kondisi ini dikeluhkan banyak industri, salah satunya PT Kaltim Parna Industri (KPI). Pabrik amoniak KPI atau pabrik petrokimia ini menggunakan gas bumi sebagai bahan baku. Bahkan, perseroan sudah menerapkan teknologi dengan tingkat efisiensi yang cukup tinggi.



Alumindo, Parna, dan Inalum bangun smelter

Maspion Group melalui anak usahanya PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) akan membangun smelter aluminium slab bersama dengan PT Asahan Aluminium Indonesia (Inalum). Investasi yang akan ditanamkan sebesar US$ 100 juta dengan kapasitas 100.000 ton per tahun dengan mulai beroperasi tahun 2020 mendatang.

Adapun pembagian sahamnya adalah 40% Alumindo dan 60% Inalum. Dari 40% saham Alumindo itu, kemudian dikerjasamakan lagi dengan Parna Raya Group yakni Alumindo 22% dan Parna Raya Group 18%.